Artikel Lainnya
Bencana dari Perspektif Islam
DREaM - 14.07.2008,
Ketika Rasulullah SAW masih hidup, pernah terjadi percakapan antara beliau dengan Sayyidina Ali ra, yang mana isi dari percakapan tersebut antara lain, "Ya Rasul, apakah besok juga akan terjadi bencana seperti sekarang ini setelah kehidupan Rasul?" Rasulullah dengan tegas menjawab, "Ya. Umatku besok juga akan mengalami bencana besar tatkala telah membudayakan 15 hal". Kelimabelas hal yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:
- Apabila jabatan yang diperoleh seseorang dirasakan sebagai sebuah keuntungan, bukan sebagai amanah.
- Tatkala seseorang diberikan oleh Allah sebuah amanah, dianggapnya sebagai sebuah jarahan.
- Zakat dan shodaqoh dirasakan seseorang sebagai kerugian.
- Istri memperbudak suami, mempermainkan suami, menghina suami, karena istri lebih kaya dari suami atau suami sudah tidak berdaya.
- Ibu sudah bukan sebagai tumpuan pengayom, anak tidak menghormati ibu bahkan anak menentang ibu.
- Orang datang ke masjid bukan untuk shalat, i'tiqaf ataupun dzikir, tetapi hanya membicarakan harta atau tumpukan hartanya.
- Pejabat mempunyai tabiat lebih rendah daripada rakyat atau bawahannya.
- Orang akan lebih menghormati preman daripada orang yang berakhlak baik seperti ulama dll.
- Orang lebih mengutamakan pendapat orang dekatnya daripada orang tua, kepedulian antar sesama manusia mulai pudar.
- Anak menentang bapaknya karena anak itu sombong atas harta yang dimilikinya.
- Budaya mabuk/minuman keras merajalela.
- Banyak laki-laki memakai perhiasan wanita seperti anting-anting, kalung dll.
- Orang senang dengan budaya tarian pinggul yang menggairahkan syahwat.
- Kesenian yang bernilai religius mulai menghilang.
- Orang senang menghujat penguasa masa lampau (menjelekkan pejabat pada masa yang lalu).
Lalu, apakah musibah besar yang akan terjadi, sebagaimana telah dikatakan Rasulullah SAW? Musibah itu dapat berupa:
- Kebakaran
- Longsor, banjir, tsunami dll
- Gempa bumi
Disamping itu, ada juga musibah yang menimpa pribadi, seperti:
- Rumah tangga banyak yang berantakan, selingkuh merajalela.
- Banyak anak lahir tanpa diketahui siapa bapaknya (akibat pergaulan bebas) sehingga banyak kejadian bayi yang dibuang.
- Orang kaya sepertinya tidak pernah salah, yang salah selalu orang miskin.
Demikian untuk menjadi renungan bagi kita semua. Semoga bermanfaat.
Sumber:
Komentar :

