Indonesia | English
Konsultasi Lainnya
Beranda \ Rubrik Konsultasi \ Detil Konsultasi
Rubrik Konsultasi ini diasuh oleh Pusat Studi Manajemen Bencana UPN "Veteran" Yogyakarta. Kirimkan Pertanyaan Anda seputar Masalah Pertanian, Bencana Alam, dan Lingkungan Hidup.
Untuk mengirimkan pertanyaan konsultasi Klik Disini
Program konkrit yang seharusnya dibuat Pemda Sleman
Tanya :
  1. Program konkrit seperti apa yang seharusnya dibuat oleh pemda Sleman dalam fase pencegahan bencana?
  2. Program konkrit seperti apa yang seharusnya dibuat oleh pemda Sleman dalam fase mitigasi bencana?
  3. Program konkrit seperti apa yang seharusnya dibuat oleh pemda Sleman dalam fase persiapan bencana?
  4. Program konkrit seperti apa yang seharusnya dibuat oleh pemda Sleman dalam fase tanggap-darurat bencana?
  5. Program konkrit seperti apa yang seharusnya dibuat oleh pemda Sleman dalam fase pasca-bencana (rehabilitasi & rekonstruksi) bencana?
( harry, sleman - 19.06.2008 )
Jawab :

Pak Harry yang baik, Kabupaten Sleman memiliki berbagai jenis ancaman seperti letusan Gunungapi Merapi, gempa, longsor, angin puting beliung, wabah, kekeringan, banjir. Tentunya program konkrit seperti pertanyaan pak Harry (pertanyaan 1 s/d 5) akan berbeda-beda menurut jenis ancamannya. Fase mitigasi antisipasi sebelum terjadi bencana untuk  ancaman letusan gunungapi tentu akan jauh berbeda dengan ancaman lainnya.

 

Kami akan mencoba menjawab untuk pertanyaan (3) program konkrit seperti apa yang seharusnya dibuat oleh Pemda Sleman dalam fase persiapan bencana.

Tahun 2007 Pemda Sleman sudah membuat Rencana Kontijensi (Rencana Tanggap Darurat Bencana) untuk ancaman letusan Gunung Merapi. Ini menjadikan Kabupaten Sleman sebagai kabupaten pertama di Indonesia yang secara sadar dan sistematik dengan menyusun Rencana Kontijensi, untuk menunjang keberhasilan penanggulangan bencana. Meskipun masih untuk satu jenis ancaman saja, belum diformalisasikan dan belum diupdate. Rencana Kontijensi untuk ancaman letusan gunungapi akan berbeda dengan ancaman lainnya, karena jumlah populasi yang akan terkena dampak tentu akan berbeda, belum lagi skala dampak dan aspek lainnya. Sehingga setiap satu jenis ancaman membutuhkan satu Rencana Kontijensi. Maka jawaban untuk point pertanyaan ini: (1) update Rencana Kontijensi Letusan Gunung Merapi setiap tahun, (2) lakukan penyusunan Rencana Kontijensi untuk ancaman lainnya dan lakukan updating setiap tahun, (3) formalisasikan Rencana Kontijensi yang telah disusun dengan SK Bupati, sehingga memiliki kekuatan hukum sebagai sebuah bentuk rencana tanggap darurat yang harus ditaati semua pihak yang terlibat.

 

Untuk pertanyaan (4) program konkrit seperti apa yang seharusnya dibuat oleh Pemda Sleman dalam fase tanggap darurat bencana?

Jawaban pertanyaan ini terkait dengan pertanyaan di atas. Jika sudah ada Rencana Kontijensi, maka pada fase tanggap darurat yang harus dilakukan adalah mengoperasionalisasikan Rencana Kontijensi. Bentuknya bisa dengan SK Bupati yang berkekuatan hukum untuk menjalankan Rencana Kotijensi.

 

Demikian yang bisa kami sampaikan. Terimakasih telah mengunjungi website kami.

UPN "Veteran"Yogyakarta  Ashoka  Komunitas Peduli Bencana  Kappala  UNDP
PageRank Monitor