Untuk mengirimkan pertanyaan konsultasi Klik Disini
Bagaimana prosedur transportasi darurat jika hanya sendiri dengan korban sendiri atau lebih, dengan kasus yang bermacam-macam juga dalam lingkungan yang berbahaya yang menyebabkan korban harus segera di evakuasi?
Pada prinsipnya dalam memberikan pertolongan, kita harus melihat kondisi kita terlebih dahulu, apakah kita siap dan aman. Karena apabila kita sendiri tidak berada dalam kondisi siap dan aman, dikhawatirkan justru akan menambah jumlah korban (yaitu diri kita).
Sebisa mungkin kita mencari bantuan jika kita menemui korban yang benar-benar gawat darurat, apalagi jika jumlah korban lebih dari satu. Tetapi bila kita tidak berhasil mendapatkan bantuan, kita harus menentukan prioritas pertolongan sesuai keadaan.
Dalam lingkungan yang berbahaya seperti pada kecelakaan lalu lintas, kebakaran, keracunan gas, reruntuhan dll, korban harus segera dipindahkan/dievakuasi tanpa menunggu waktu (pemindahan darurat/ emergency). Memindahkan korban bisa dilakukan dengan mengangkat korban (bila kita mampu), menarik korban, maupun dengan menggunakan alat bantu untuk mempermudah pemindahan korban.
Untuk penanganan gawat darurat dengan jumlah korban lebih dari satu, dengan kasus yang bermacam-macam, kita harus menentukan korban mana yang perlu ditangani terlebih dahulu. Misal ada korban tidak sadar dan korban patah tulang tetapi masih sadar, maka kita tolong korban yang tidak sadar terlebih dahulu sesuai prinsip dasar pertolongan darurat - DRABC (Danger = Bahaya, Response = Kesadaran, Airway = Jalan Nafas, Breathing = Pernafasan, Circulation = Peredaran Darah).
Semoga apa yang kami sampaikan ini bisa menjawab pertanyaan saudari. Terimakasih atas kunjungan dan perhatiannya.

