DREaM - 01.07.2009,
BELAJAR RADIO KOMINITAS
Dari letak geografis dan struktur geologisnya menjadikan Indonesi sebagai salah satu negara yang berisiko tinggi terhadap beragam ancaman, seperti: gempa bumi, tanah longsor, badai, tsunami, letusan gunungapi dan lain sebagainya. Keanekaragaman sosial budaya, etnis, agama, kepercayaan serta kondisi ekonomi dan politik yang seharusnya merupakan kekayaan bangsa Indonesia pun pada kenyataannya seringkali menjadi pemicu atau sumber konflik baik horizontal maupun vertikal. Ujung-ujungnya, beragam ancaman dan konflik tersebut menimbulkan kerusakan dan kerugian tidak hanya berupa material, bahkan juga merenggut korban jiwa, serta mengakibatkan terganggunya kehidupan sosial ekonomi masyarakat.
Menghadapi berbagai ancaman dan juga konflik yang muncul tersebut, sering membuat kita kebingungan dalam mensikapinya. Hal ini menunjukkan ketidakmampuan kita memahami ancaman dan ketidakmampuan kita dalam mengelola bencana, sehingga kita mensikapinya dengan tidak seluruhnya tepat. Apakah lemahnya pendidikan kebencanaan dan pengurangan risiko bencana serta kurangnya penyebarluasan informasi yang benar tentang lingkungan, bencana, manajemen bencana dan pengurangan risiko bencana mengambil peran disini?
Kabupaten Muku-muko provinsi Bengkulu sebagai salah satu daerah yang mempunyai potensi berbagai ancaman tersebut perlu kerjasama berbagai pihak untuk menyebarkan informasi kepada seluruh komponen masyarakat khususnya tentang pentingnya pengurangan risiko bencana.
Salah satu pihak yang melakukan kegiatan tersebut adalah Lembaga Pendidikan Islam (LPI) yang bekerjasama dengan Pusat Studi Manajemen Bencana Universitas Pembangnan Nasional "Veteran" Yogyakarta mengadakan pelatihan radio komunitas. Selama kurang lebih satu minggu perwakilan dari LPI belajar radio komunitas di radio Lintas Merapi yang berada di dusun Deles, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. Mereka belajar teknik siaran, program siaran beserta pengoperasian peralatan radio kominitas.

Belajar Radio Komunitas
Dengan pelatihan ini nantinya diharapkan informasi tentang pengurangan risiko bencana di kabupaten Muko-muko dapat diterima dan diketahui oleh seluruh masyarakat sehingga dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dibidang kebencanaan.

