DREaM - 20.10.2008,

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Strategy for Disaster Risk Reduction (UN/ISDR) menerapkan program kampanye pengurangan risiko bencana di sekolah, yang mana tujuannya adalah mendorong pemerintah, pengajar dan masyarakat untuk menerapkan aksi-aksi guna membangun ketahanan sekolah dari risiko bencana, serta menanamkan paradigma pengurangan risiko bencana sejak usia sekolah. Program ini didasari keprihatinan atas tingginya angka kematian anak sekolah di seluruh dunia akibat ancaman yang terjadi pada saat jam sekolah.

Simulasi di SDN Petung
Mengingat pentingnya program kampanye pengurangan risiko bencana di sekolah, maka Pusat Studi Manajemen Bencana (PSMB) UPN "Veteran" Yogyakarta bekerjasama dengan Oxfam GB melakukan serangkaian kegiatan antara lain Lokakarya Pengurangan Risiko Bencana Letusan Gunungapi Merapi Bagi Guru dan Sekolah (telah terselenggara pada 11 - 14 Agustus 2008) yang dilanjutkan dengan Penyusunan Rencana Aksi Kegiatan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah-Sekolah yang termasuk dalam KRB 3 dan 2 Gunung Merapi, dan selanjutnya setelah Penyusunan Rencana Aksi Sekolah tersebut dilakukan kegiatan Simulasi/Gladi Kesiapsiagaan Sekolah. Simulasi/Gladi Kesiapsiagaan ini sekaligus sebagai uji coba Protap Sekolah yang telah dibuat.

Simulasi di SDN Petung
Dengan melakukan kegiatan Simulasi/Gladi Kesiapsiagaan Sekolah ini maka murid dan guru dapat praktek secara langsung mengenai tata cara simulasi di sekolah sehingga alur dan proses simulasi nantinya (bila ancaman terjadi) menjadi lebih baik. Disamping itu, para pelaku di sekolah dapat sama-sama berperan aktif serta dapat melengkapi Rencana Aksi Sekolah dan memahami Protap sekolah yang telah dibuat sebelumnya. Pelaku yang terlibat dalam Simulasi ini adalah semua pihak di lingkungan sekolah (kepala sekolah, guru, murid, penjaga sekolah dll), komite sekolah, serta instansi terkait.

